What's In My Everyday Bag (2021)

Hari ini kita back to school dengan postingan blog ala-ala, alias apa yang ada di tas kantor saya sehari-hari. Ketika berlangganan majalah remaja dulu, at least kita bakal nemu satu-dua artikel begini mengenai artis yang kita suka. Buat yang kangen, Darling Magazine punya rubrik yang didedikasikan untuk ini, What’s in My Bag Wednesdays --  so go read them!


Saat blog booming dan semua orang punya blog termasuk tetanggamu, konten sejenis populer di blog berbasis fashion and lifestyle. Di masa kini, konten serupa bergulir dalam bentuk baru di Youtube, Reels Instagram, atau TikTok.


So, this kind of content is still happening and now I’m gonna write about it too.


Saya bukan artis, tapi apa gunanya blog sendiri kalau nggak dimanfaatkan buat hal begini kan? (HOHOHO). Jadi, meskipun nggak ada yang pengen tau isi tas saya, saya akan jadi seleb di blog saya sendiri dan ini waktunya ngomong ke kamera:


“Jadiii, buat yang penasaran, ini dia isi barang-barang yang ada di tas akuuuu!”


(ehem).


Catatan Selama Pandemi


Setelah postingan tentang tas kantor beberapa waktu lalu, saya jadi bener-bener niat pengen pakai lagi tas sehari-hari saya. Itu berarti ada hari yang saya lewatkan tanpa membawa si monster (disebut gitu soalnya gede dan kemampuannya sangar) ke kantor.


Maka, seminggu dua kali, saya pun mencoba ke kantor dengan tas yang biasa saya gunakan saat belum pandemi. Uuuuh bahagia banget somehow. Jelas lebih ringan dan lebih pede aja gitu bawanya, hahaha.


Ternyata aman-aman aja, selama saya nggak diminta edit video mendadak. Jadi, sejak bulan September, sesekali saya menukar tas ransel saya yang kayak armor itu dengan tas kantor yang biasa dipakai sehari-hari.


Di kantor, saya menggunakan laptop lama yang sedikit outdated--tapi masih lebih cukup kalau hanya untuk mengolah grafis. Kalau sudah kembali ke rutinitas normal, kemungkinan saya akan switch up: si monster disimpan di kantor, dan hanya dibawa saat weekend.


Terus? Saya bisa lebih sering pakai tas gemes dan bisa menjustifikasi diri untuk beli tas kantor lagi dong. #yeeee #inimaksudnya



Tas yang Digunakan: Povilo Siena in Taupe Color


Saat ini, saya hanya punya satu tas yang “layak” dipakai untuk ke kantor. I’ve outgrown my other bags: tersimpan di rumah orangtua, menunggu diseleksi saat waktunya tiba. Ada juga yang sekarang dipakai oleh adik saya.


Tas yang sekarang saya pakai sejak 2019. Povilo adalah merek tas yang saya suka banget meskipun baru punya satu produknya. Begitu beli langsung jatuh cinta. Dibuat dari bahan sintetis yang berkualitas, jahitannya baik, dan modelnya klasik.


Selain warna Taupe, Povilo juga menyediakan warna lain seperti hitam, merah, dan coklat. Tapi saya memilih warna Taupe karena it matches well with most of my wardrobe. Produk Povilo bisa dibeli di website Povilo, instagram, juga Tokopedia Povilo.


Obviously post ini dibuat tanpa sponsor, saya nggak segan merekomendasikan merek ini ke siapa aja yang lagi nyari tas brand lokal dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau. Sayangnya, karena banyak peminat, tasnya seringkali out of stock. Jadi kalau tas yang diinginkan sedang habis stoknya, ada baiknya bertanya pada admin lewat kontak yang tersedia.


Buy here: Povilo Siena in Taupe Color



Jadi, Apa Saja yang Ada di Dalamnya?


Karena pandemi, kegiatan saya nggak pernah jauh-jauh: kantor-rumah-kantor-rumah, sesekali ke toko atau tempat lain kalau ada keperluan. Karena setiap kali pergi cuma sebentar, gone are the days when I crammed everything into my bag. Tapi setelah dilihat-lihat, ternyata isinya masih banyak juga, hahaha.



The Personal Items


Kunci - Segebung kunci kontrakan dan berbagai duplikatnya, dengan gantungan kunci yang diberikan oleh mantan atasan yang saya sayang hehe. Kunci pintu kontrakan kami adalah kunci zaman dulu. Untuk itu, sebagai alasan keamanan, kami menambahkan gembok tambahan. Jadi gantungan kuncinya cukup berat.


Karena kontrakan saya pintu depannya ada dua, ini berarti ada dua kunci. Belum lagi kunci kamar dan kunci gembok (ada dua juga). Mudah-mudahan pas pindahan rumah, kunci rumah saya bisa jadi lebih enteng, karena jujur nih lumayan berat juga kayak bawa ponsel kedua.


Dompet - Dompet ini baru saya ganti beberapa bulan yang lalu. Asalnya saya pakai dompet yang berukuran panjang, tapi resletingnya rusak. Setelah itu saya galau mau pilih dompet panjang atau pendek, akhirnya saya pilih yang medium; cukup kecil untuk dipegang, tapi nggak terlalu kekecilan sampe nggak bisa nyelipin struk belanja (hehe).


Karena biasanya saya ngasal beli dompet, paling lama dia cuma tahan 2 tahunan. Yang ini dipilihnya benar-benar karena pengen dia awet lebih lama. Semoga saja begitu.


Buy here: Fossil Liza Multifunction - Brown


Ponsel - Sudah saya pakai hampir dua tahun: Redmi Note 10, yang saya beli setelah Xiaomi Mi A1 saya kecebur air (masih nangis kalo inget ini). Mikirnya nggak panjang-panjang, karena yang penting saya punya ponsel yang cukup prima dan tahan lama untuk ngantor dan berkegiatan sehari-hari. Belinya pun paroan sama suami karena waktu itu ga ada rencana samsek buat beli ponsel, jadinya bokek. :’)


Sedikit nyesel beli warna hitam karena saya biasanya ambil warna putih, tapi waktu itu adanya varian White Holo. Dulu sih mikirnya gak demen, sekarang saya baru sadar lebih nggak suka lagi kalau ponsel saya warnanya hitam. Ponsel ini masih akan saya pakai sampai titik darah penghabisan, jadi kalau belum rusak banget ya belum akan ganti. Sekarang baterainya agak drop tapi masih bisa dipakai. Plus, saya masih bisa pake casing-casing gemes buat dandanin dia, hihi.




The Pouch


Mayoritas perempuan biasanya punya that pouch di dalam tasnya. Isinya bisa bervariasi banget, tergantung kebutuhan personal yang digunakan sehari-hari. Jadi, menurut saya pouch ini yang justru lebih melambangkan keseharian dibandingkan tas secara keseluruhan.


Pouch yang saya pakai ini sisa souvenir pernikahan saya. Jadi, tentu saja ini buatan Ayah. Bagian kainnya sudah agak terurai, tapi tenang saja, saya masih punya beberapa pouch lain sejenis, sisaan acara nikahan.


Hand Sanitizer - Amenity yang dibawa kemana-mana sejak pandemi. Karena pandemi, saya punya beberapa scattered di rumah. Dikasih kantor kek, yang beli karena lupa kek, beli waktu stok belanja bulanan kek.


Cadangan Masker - Kalau di kantor saya biasa ganti setelah sholat dzuhur, jadi saya simpan satu. Jenisnya macem-macem, mulai dari hasil flash sale Shopee sampai masker jatah dari kantor. Soalnya kalau nggak ganti jadi jerawatan….

Parfum - Gonta-ganti tergantung selera saya saat itu dan parfum mana yang lagi mau dihabiskan (HAHA). Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, saya lebih suka beli parfum ukuran kecil karena senang gonta-ganti. Kali ini yang lagi saya bawa adalah parfum klasik dari Issey Miyake, L'Eau D' Issey.

Baca juga: Of Wearing Fragrance, On a Budget


Sunscreen - Untuk dipakai setelah sholat karena terhapus wudhu. Saya tentu saja pakai Nivea Sun Serum SPF 50, yang sebelumnya sudah pernah dibahas di skincare routine. Kalau beli biasanya saya beli sekaligus dua atau tiga, soalnya suka ada bundel diskon.


Buy Here: Nivea Sun Serum SPF 50, Shopee


Lip Balm - Biasanya pakai Nivea lip balm, tapi kemarin sempat diberi teman dan baru saya buka sekarang setelah lip balm yang lama habis. Saat ini saya pakai dari Nuxe. Enak karena nggak ada bau dan warna, tapi tetep aja suami saya nggak mau pakai. Hahaha!


Buy here: Nuxe Lip Moisturizing Stick Reve de Miel


Pembalut - Wajib ada karena tamu bisa datang kapanpun dan dimanapun. Dan karena saya seringkali lupa refill kalau lagi dapet. Untungnya kantor sedia stok pembalut di kotak P3K, tapi masa iya minta punya kantor terus.



The Tech


Sejak kecil saya termasuk tech-savvy, jadi cukup banyak barang-barang seperti ini ada di tas saya. Utamanya sih buat kebutuhan sehari-hari alias ngantor, tapi saya juga ternyata cukup kesepian kalau nggak ada barang-barang ini di tangan haha.


Hardisk Portable - Nggak nampak karena lagi dipake #yha. Ukuran ekstra karena file-file yang saya punya besar. Bukan file film, sayangnya, tapi kumpulan footage kerjaan kantor. Awalnya pakai ini karena pandemi; semua file jadi harus saya bawa on the go, dan saya nggak tahu file mana yang akan dipakai setiap harinya.


Sekarang, kantor saya memberikan fasilitas unlimited google drive, jadi ini nggak terlalu diperlukan setiap saat. But still, saya membuat backup kalau-kalau file di komputer tidak bisa diakses. Sebulan sekali saja backup-nya.


Buy here: Seagate Backup Plus 5TB


Kindle Basic 2019 - Saya sudah pernah review lengkap di postingan blog ini, jadi nggak cerita banyak-banyak ya. Benda ini sangat membantu saya membaca lebih banyak!


Buku yang saya baca naik berkali-kali lipat sejak memiliki ini. Biasanya 2-3 buku setahun doang (wkwk sedih), tahun ini saya sudah baca 12 buku. Dengan Kindle saya nggak perlu bingung mau baca buku yang mana kalau lagi bosan, karena semuanya ada di satu device. Bisa baca kapan aja karena ringan banget, nggak nambah-nambah isi tas.


Baca juga: E-Reader, Alternatif bagi Si Pembaca yang Sulit Menyediakan Waktu


Device Kindle ini sudah cukup lama rilis. Jadi kemungkinan Amazon akan menerbitkan versi refresh-nya saat natal tahun ini. Baru perkiraan sih. Versi saya ini 4GB, sedangkan versi terakhir hanya tersedia yang versi 8GB. Ada juga versi lebih bagusnya, Paperwhite; keluaran tahun 2018, tapi dengan fitur yang lebih baik.


Buy here: Kindle Basic 2019


Earphone - Barang kecintaan yang sangat bermanfaat. Ketika lagi bosen, ketika ingin kerja tanpa diganggu, dan lagi pengen dengerin lagu pakai totalitas. Juga berfungsi untuk menghindarkan kita dari obrolan kalau lagi males. (Haha).


Earphone yang saya pakai ini sudah tiga tahun, beli dari JBL waktu diskon. Pernah pakai yang lebih mahal--edisi sok-sokan ingin jadi audiophile--, malah lebih cepat rusak. Jadinya saya berpegang pada merek JBL ini, dan alhamdulillah sejauh ini testimoninya memuaskan!


Buy here: JBL basic earphone T110/C150SI


Charger - charger ponsel, utamanya, lalu charger jam tangan (kebetulan sedang pakai Mi Fit) dan kadang-kadang charger Kindle juga, kalau saya lupa charger di rumah. Beruntungnya kerja di depan meja adalah nggak perlu khawatir charge perlengkapan elektronik di mana. Orang nggak kemana-mana juga kok.



Barang Lainnya


Buku Tulis dan Pulpen - Meskipun kerja di depan komputer terus, saya juga masih perlu buku tulis dan pulpen untuk bekerja. Setelah bertahun-tahun, saya sudah menerima proses planning saya yang hybrid: Nulis to-do list dan reminder di buku tulis (kayak bullet journal, tapi bukan juga sih), untuk penjadwalan saya pakai Google Calendar.


Karena suka dapet notebook, entah pemberian orang atau dari rapat dan acara yang dihadiri, sampai sekarang saya masih ngabisin notebook-notebook itu. Gak estetik tapi bisa dipake, jadi mari kita gunakan terus.


Struk Belanja - adalah tumpukan dosa yang dibawa-bawa tapi lupa terus buat dimasukin ke spreadsheet pengeluaran, atau diputuskan untuk dicuekin karena denial.


Karet Rambut - saya lebih gampang nemuin karet rambut di tas daripada di rumah, malah suka berceceran kemana-mana. Jadi kalau nemu ikat rambut nganggur, langsung saya masukin ke tas.


Other Wishlist


Tadinya saya bermaksud menambah satu atau dua tas lagi over the years, tapi pandemi datang dan menjadikan beli tas jadi prioritas kesekian. Nggak masalah sih, karena bisa dibilang tas saya ini sangat fleksibel dipakai kemana-mana. Tapi, saya masih ingin menambah satu tas lagi yang bisa dipakai jadi weekend bag.


Saat ini kalau pergi semalam, saya masih pinjam tas suami yang modelnya nggak cantik (HEHE). Hasil browsingan saya sudah saya simpan di postingan sebelumnya, jadi ketika akhirnya saya rela mengeluarkan uang untuk beli tas baru, tinggal melototin post itu lagi.


Baca juga: Edisi Kangen WFO: Pilihan Tas Kerja Wanita Terbaik dan Serbaguna


Jadi: Gimana dengan tas yang kamu pakai? Atau mungkin mau bikin post juga tentang ini? Kalo bikin, bilang-bilang ya!

Salam,
Mega

13 komentar

  1. Huaaa aku suka banget konten seperti ini dan terlebih lagi Kak Mega membuat postingan ini terlihat sangat menarik lewat gaya tulisan Kakak 😍
    OOT sedikit, Kindle udah keluarin versi terbarunya lho Kakk, udah bisa dibeli di Amazon sejak beberapa hari lalu. Tepat sekali dugaan Kak Mega, hanya melenceng sedikit dari jadwal yang Kakak perkirakan 🤭
    Kalau ngomongin tasku, my everyday bag selalu slingbag kecil dan isinya benar-benar yang utama aja seperti dompet sama hand sanitizer, kadang bawa Kindle juga kalau lagi baca di sana, sama tissue-tissuean. Aku selalu merasa isi tasku tuh sedikit banget, kadang lihat orang yang pakai tas besar, aku jadi pengin beli tas yang besar, tapi kemudian bingung sendiri pengin diisi apa aja 🤣
    Pouch souvenir pernikahan Kakak bagus euy!! 😍 Ayah Kakak kok bisaan banget bikin pouch begini 😆
    Oiya, kalau urusan dompet, aku tim dompet tipis 🤣 mau dia panjang atau pendek, asal dia tipis, aku pasti suka karena kebiasaan pakai slingbag, kalau dompetnya tebal-tebal jadi nggak muat dan berat padahal uangnya nggak ada juga 🤣 *meratapi nasib*
    At the end, terima kasih Kak Mega sudah membuat konten ini 💕 aku suka banget bacanyaaa, apalagi dengan gaya penulisan Kak Mega, bikin aku seolah-olah sedang baca artikel di majalah 🙈

    BalasHapus
  2. Hoahahaha ternyata prinsip kita sama yaaak. Aku juga nggak sungkan bikin postingan cem gini (atau kayak QnA yang dibuat oleh diri sendiri untuk diri sendiri lol), because this is ma bloggg I don't careee 🤣

    Eniweiii. Ternyata barang-barang wajib di tas kita kurleb sama. Bedanya kamu bawa perintilan kantor/kerja, aku bawa perintilan anak 😂 sejak punya bayi lagi, isi tasku mendadak ada 1-2 barang random punya si bayik. Kalau nggak topi faceshield ya masker gantinya Josh hahahaha.

    Btw, akutu sempet naksir dompetnya Povilo cuma belum kesampaian karena belakangan lebih sering pake kartu jadi pengen punya card wallet aja. Ehhhh buka Tokopedia Povilo mereka punya juga card wallet, apakah ini semua pertanda 🤔

    BalasHapus
  3. Ya ampun dari duluuuu sejak zaman kuliah, pengin banget bikin tulisan begini cuman entah kenapa malu gitu wqwq. Aku jadi penasaran tas ransel Neng Mega kayak apa sih? Aku ini tiap hari ngantor selalu pakai ransel Fjallraven Kanken 15 inch. Ituuu terus gak ganti-ganti. Aku anti tas-tas cantik club yang bikin pundak sakit banget. Mungkin gegara bawaanku berat-berat kali ya wakakakak. Terus aku gak suka kalau tanganku harus pegang sesuatu, jadi lah selalu pakai ransel. Btw aku sempat naksir juga nih tas Povilo, ada yang namanya martabak deh kalau gak salah. Gemes bentuknya setengah lingkaran. Cuman kalau dimasukin kamera ku yang geda banget itu, kasian bentuk tasnya gak jadi kayak martabak wakakakak

    BalasHapus
  4. Asik banget bacain tentang isi tas orang-orang, aku suka konten kayak gini 😁

    Mba Mega sama aku kayaknya cukup setipe yaa bawaannya buat sehari-hari cukup banyak. Tasnya Mba Mega juga cakeep, aku pengin pakai tas begini tapi terbiasa pakai backpack jadi kalau bawa tas ginian rasanya aneh 😅

    Ohiyaa pouch souvenir nikahannya cantik banget siih Mba Megaa, ayahnya yang bikin?? Kok keren bangeeet 💖

    BalasHapus
  5. Mbaaa cakep banget tas kamuuu.. Aku butuh tas yang gede-gede begini nih karena entah mengapa bawaanku kayanya banyaak bangeet. Tapi semejak pandemi dan wfh, aku hampir ga pernah pake tas yang gede. Kalaupun harus ke kantor, biasanya pake sling bag aja. Dompet pun uda jarang bawa. Hanya bawa dompet kartu, kadang duit beberapa selipin aja ke bagian kosong dr dompet kartu. Berusaha membawa sedikit barang biar ga terlalu banyak yang harus di disinfektan setelah pulang.

    Btw tahun lalu aku pernah nulis tentang isi tas ku juga di blog hhha. Cuma aku tidak dirinci satu per satu seperti Mba Mega. Mba rapih banget jelasinnya. Tapi aku pun senang baca tulisan orang-orang tentang isi tas nya. Serasa refleksi, karena selama ini aku selalu merasa bawaanku banyaak.

    BalasHapus
  6. Yang komen di atas ane semua perempuan cantik-cantik, torojol ieu aya hiji lalaki pangkasepna komen disini (tapi tiba-tiba berasa feminin karena blogwalk ke blog teteh geulis). hhehehe..

    Biar agak lebih macho-an, aku cuma mau menanggapi yang teknologinya aja, hmmm... itu tasnya lucuu cyiin, eh.. maksudnya kindle-nya. Aku selalu penasaran sama kindle ini, tapi sejauh ini kalo baca-baca buku digital, pake hape aja aku mah, mayan layarnya redmi 9 juga cukup lebar untuk dipake baca-baca.

    Tapi ya begitulah hape, ada yg WA atau notif IG, langsung deh lupa dan ga lanjut baca hahahaaadeuuh.

    mayan menyenangkan juga baca konten yang isi tas ginian ya, kalo aku bikin isinya cuma dompet, hape, earphone... hmm.. kyknya itu aja sih.

    Kadang suka bawa buku catatan kecil dan pulpen tapi jarang kepake kalo lagi di jalan.

    Ih iya, paling sama bawa kamera, gede-gede juga pasti dibawa, soalnya kalo di jalan trus ada yang menarik untuk difoto tapi ga bawa kamera, suka nyesel. Beda rasanya kalo dibawa tp ga dipake, ya ga apa-apa.
    Tapi padahal pake hape aja ya? hmmm... iya sih, tp suka pgn ttp motret pake dslr (ribet ya?)

    Udah ah itu aja, aku komen sekadar absen aja kalo aku juga suka blogwalk kesini, haha.. ga mau rugi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Adi tenangg. You are not alone 😄 ada aku dimarii... 😂

      Hapus
    2. Yah, aku ga paling ganteng lagi dong di jajaran komen dimari...

      Hapus
  7. Lahhh aku setim sama Lia, Mba Jane, Mba Eya, dan lainnya.. suka sama konten begini. Haha 😅

    Btw, tenang Mba Mega. Ada kita yang selalu excited buat baca tulisan mba kok.. gaya penulisan Mba itu lohhh.. kerennn abis 😅

    Well, isi tas kerja mba Mega buanyaaaakkk juga ya.. *namanya juga tas kerja, bay.. wkwk 😁 tas sama dompetnya jga bagus. Paling penasaran sih Kindle.. mau beli juga tapi kayanya ini hanya keinginan saja bukan karena kebutuhan. Hehe.

    Ntar bikin juga ahhh pan-kapan tulisan begini. Hahah 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan kapan-kapan, buruan bikin mas Bay... penasaran nih pengin tahu isi tas kerjanya mas Bayu itu apa aja.

      Apakah mau beli kindle dulu trus bikin blog postnya? hmmm.. meunarik untuk ditunggu nih,haaa

      Hapus
  8. aku dulu termasuk pengguna Xiaomi.. ponsel terakhir Xiaomiku Mi 8 Lite sebelum ganti karena jatuh dan kacanya retak.. sekarang pengguna Google Pixel 4a..

    earphone JBL itu cukup oke memang. aku pernah review juga earphone murmer itu, pernah beli di Indonesia, terus ketinggalan ngga kebawa, terus beli lagi seri itu pas ke sini.. mayan buat cadangan karena sekarang pake Sony yang bluetooth..

    BalasHapus
  9. Dulu aku pernah nulis isi tas ku di postingan 2015. Tapi dibandingin Ama mba Mega, isi tasku lebiiiiih malu2in wkwkwkwk. Krn isinya (dulu) kain sarung robek2 yang disukai anakku, dan hrs ada kemanapun kami pergi hahahah. Pokoknya, kalo sampe itu sarung ketinggalan, aku mndingan balik lagi ke rumah, Krn udah dijamin liburan kami bakal kacau balau tanpa itu kain :P.

    Untunglah si Kaka udh besar, jadinya dia ga butuh kain gombal itu lagi dibawa kemana2 :D.

    JBL memang oke kok, aku pake earphone yg skr juga dr JBL yg model wireless. Bener mba, drpd beli murah meriah tp cepet rusak, aku sih mnding beli yg bagusan. Suamiku juga gitu. Apalagi dia WFH msh jalan, jadi earphone bagus mah butuh banget. So far, speaker dan earphone, aku msh LBH suka JBL.

    BalasHapus
  10. Oh iya teh Megs! mau nanya... kenapa ya kalo aku buka web ini di hape tuh selalu ga berhasil, padahal koneksi internet kenceng kok....

    Tapi kalo di laptop mah ya bisa nih, cuma page load-nya mayan :D

    BalasHapus

Instagram

Gentle Sunday. Theme by STS.