Catatan Ngopi: Bento Kopi Cimahi


Dua tahun di Cimahi, saya belum banyak mengeksplor tempat ini. Salah satu faktornya adalah sibuk (klasik), alasan sebenarnya adalah malas. Jalan-jalan di Cimahi relatif kecil dan sempit, sehingga kurang ramah untuk kendaraan roda empat. Selain itu, selalu ada perasaan “ah, lebih lengkap di Bandung”. Jadi kami jarang sekali main di Cimahi, kecuali yang ada di daerah Cibabat—jalan protokol utamanya.

Tahun ini, kami akhirnya punya motor lagi, setelah yang lama direlakan saat masa pandemi. Lucunya, kami pergi ke tempat ini saat lagi pakai mobil karena mau coba tempat cuci mobil di dekat situ. Yah, to justify, tempat cuci mobil ini memang baru kami temukan setelah eksplor pakai motor, sih. 🤣

Sekilas Bento Kopi

Di post blognya kemarin, Kang Ady bertanya apakah di Cimahi banyak kafe. Jawabannya: banyak! Salah satunya Bento Kopi ini.

Bento Kopi adalah kafe slash restoran keluarga yang terletak di Jalan Pesantren, sebuah jalan kecil yang selalu ramai karena merupakan jalur alternatif untuk ke Kota Bandung. Belakangan, saya baru tahu kalau Bento Kopi adalah sebuah kedai kopi berjaringan yang outletnya tersebar di seluruh pulau Jawa.

Untuk dibilang “kedai” rasanya memang kurang cocok; tempatnya luas banget, cocok untuk dijadikan gathering keluarga atau reunian. Bahkan pihak Bento Kopi menyediakan paket pernikahan. Tempatnya memang cocok untuk venue pernikahan privat, lengkap dengan panggung outdoor yang di malam hari menyediakan live music. Tempat parkir juga cukup luas.

Saat kami ke sana, banyak banget yang lagi ngumpul-ngumpul, sepertinya reunian. Untuk bulan Ramadan ini Bento Kopi punya tagline “Bukber Venue”. Cocok, kan? 👍🏻

What We Order

Nah, ini dia. Meskipun namanya Bento Kopi, menu yang menonjol adalah menu cemilan dan makanan berat yang berderet. Pilihan “kopi” yang dimaksud adalah menu “kopi gemes” dengan tambahan sirup hazelnut, moka, coklat, almond, dan sebagainya. Kopi tradisional yang ditawarkan adalah kopi tubruk dan kopi susu panas.

Karena mampir ke sana cuma iseng, sudah tentu kami beli kopi dan cemilan saja. Kopi hazelnut dan kopi susu standar jadi pilihan—plus sepiring pisang goreng.

Sesuai dugaan, rasanya manis. 😁 Bahkan buat saya yang masih suka kopi manis, ini manis banget. Rasa kopinya nggak terasa, baik di lidah maupun aromanya. Tipis-tipis saja. Otomatis saya minumnya cepet banget karena kebetulan cuaca hari itu sedang panas. Untuk pisang gorengnya enak, tapi tidak istimewa.

Buat saya, kopi ini rasanya lebih mirip susu dengan sedikit rasa kopi. Karena sudah kenyang, sayang sih nggak sempat mencoba menu utamanya. Tapi saya lumayan kecewa karena kopinya nggak sesuai ekspektasi. Apa saya salah pesan varian kopi ya? Ha ha ha... bukannya nggak enak sih, cuma beda aja dengan harapan.

Kalau dari awal memang mikir minum gemes-gemes, minuman ini enaaak, manis dan segar. 💃

Final Verdict

Hmmm, simpulan kami, di sini bukan tempat minum kopi “serius”. Saya nggak tahu, apakah ini hanya cabang Cimahi, atau memang style-nya seperti ini? Sepertinya yang kedua lebih tepat.

Istilah “Bento Kopi” yang menyelip di nama tempat ini sejatinya adalah “Ngopi” as in ngumpul-ngumpul. Kalau mau cari kopi “serius” dengan berbagai pilihan olahan dan biji, jelas bukan di sini tempatnya.

Poin plusnya, harganya tidak mahal (di bawah lima puluh ribu rupiah sudah bisa makan dan minum) dan cocok buat kumpul-kumpul segala kalangan. Tempatnya luas; sirkulasi udara baik, lengkap dengan area outdoor-indoor dan parkiran yang cukup. Kemarin pun saat lewat, tempat ini penuh dengan remaja-remaja yang berbuka bersama.

Jadi? Saya kali ini ngga akan promosikan tempat ini untuk minum kopi, melainkan promosikan tempat ini buat private wedding venue. 😆

Bento Kopi Cimahi

Jl. Pesantren (Hr. Danurasmaya), Cibabat

instagram: bentokopi.cimahi

if you love my writings, consider sign-up for my email newsletter to get monthly recap and more. 💛

Komentar

  1. Di Bogor banyaaak sekali kedai kopi cem gini nih. Menunya standar, bisa dibilang mirip semua, tapi mereka "jual" pemandangan. Buat penikmat kopi, rasanya kurang cocok kalau menu kopinya yang gemesh-gemesh gini, hahaha. Soalnya aku sendiri juga udah nggak minum kopi susu manis lagi, jadi jarang banget ke kedai kopi sekarang 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrr.... jadinya kadang suka berasa "ketipu" dengan tulisan kedai kopi di depannya. maap agak snob, tapi ketika ke kedai kopi kan berharap ada kopi beneran yak, bukan kopi sirup 🥲

      imo, itu juga yang terjadi dengan banyak tempat makan di kota bandung. sepertinya penyakitnya serupa kayak di bogor, ya? ngandelin pemandangan dan udara adem, tapi menu makanannya kurang banget. biasanya yang gini bertahan paling lama empat tahun, habis itu hilang atau harus pivot jadi konsep baru. namanya juga tempat makan, yang bikin pengunjung balik kan, sudah pasti makanan, bukan pemandangan 😮‍💨

      Hapus

Posting Komentar