Mencoba Teh Cantik di Edelweiss Tea & Coffee House



Husband said I need to go outside at least one day at the weekend, so he took me to search for some new cafes to try. (Sebenernya saya selalu yakin kalo saya tuh anak rumahan, tapi dipikir-pikir nggak salah Abang ngomong gitu, soalnya kalo saya di rumah doang  pas weekend, saya jadi gampang nangis).

Awalnya sih mau ngecek kafe yang ada di Kota Baru Parahyangan, berhubung dekat dari rumah. Tapi Abang bilang nggak ada yang menarik, jadi kami pergi ke daerah Ciumbuleuit. Katanya ada kafe tempat teh yang bagus. Setelah memastikan tempatnya ada, kami pun pergi menembus macet Bandung di Minggu siang (ha ha).

Di tengah perjalanan saya baru sadar kalau ini adalah tea house yang sempat di-review oleh @widino, influencer yang memang sering membahas soal teh. Ini berarti tempatnya kemungkinan akan penuh. Benar saja, saat kami datang parkiran yang kecil padat dan orang-orang datang hilir mudik. Tapi tempat kosong masih tersedia. Begitu satu meja kosong, akan langsung ditempati, dan begitu seterusnya.

Edelweiss Tea & Coffee House memang berada di pusat daerah wisata Bandung, Ciumbuleuit; tapi tempatnya agak tersembunyi. Berada di pojokan jalan kecil, kalau tidak sengaja dicari, mungkin akan sulit menemukannya. Areanya tidak terlalu besar tapi nyaman karena mayoritas outdoor. Dari area outdoor kita bisa melihat pemandangan daerah Ciumbuleuit yang berbukit, meskipun memang tidak terlalu cakep–yang saya lihat adalah genting tetangga dan beberapa pohon rimbun.

Kalau menurut saya yang orang Bandung ini, pemandangannya memang biasa saja. Apalagi saya tinggal di tempat tinggi yang menghadap langsung pemandangan Bandung dan Cimahi (ha ha, sombong). Tapi kalau saya memandang dari perspektif orang Jakarta yang sering main ke Bandung buat healing, lokasinya memang lumayan cakep dan tersembunyi.

Waktunya mengatakan satu istilah yang overrated: hidden gem… 🙂

Menu yang Tersedia

Sebenarnya Edelweiss ini cafe serba ada dan serba guna. Cocok untuk berkumpul teman dan keluarga. Makanan ringan dan berat tersedia, seperti nasi goreng, mie goreng, sup, sampai pizza. Harganya berkisar menengah ke atas; untuk satu porsi makanan dan minuman, kira-kira perlu sekitar 150.000 rupiah per orang. Wajar karena kafe ini memang berada di daerah wisata yang dituju turis ibukota.

Toh tujuan kami bukan makanan berat. Yang membuat kami datang kesini adalah karena Edelweiss menyediakan artisan tea racikan sendiri. Tidak tanggung-tanggung, ada satu lusin! Tidak ada loose tea leaf yang bisa dibawa pulang, jadi hanya bisa kita rasakan langsung di tempat. Harganya mulai dari 25.000 rupiah - 45.000 rupiah, sudah termasuk kesempatan refill dua kali.

Yang saya suka dari teh-teh ini, selain aromanya, adalah namanya. Kalau pakai istilah jaman sekarang, namanya aesthetic dan satu tema, menggunakan bahasa Sansekerta.

What We Tried

Double Cheese Pizza

Pizza-nya adalah tipe pizza tipis yang renyah dengan toping saus tomat dan dua jenis keju. Ukurannya lumayan besar. Dimakan berdua masih sangat mengenyangkan. Enak dan cocok jadi menu untuk dimakan ramai-ramai.

Artisan Tea - Pramudya Maheswari

Teh beraroma buah yang ringan dan segar. Notes-nya terdiri dari black tea, mangga, peach, tidak lupa apel dan serai. Rasanya kayak fruit tea tapi tanpa gula. Kalau dicampur gula, malah jadi kurang sedap karena rasa segarnya hilang. Enak banget.

Artisan Tea - Indurasmi

Teh unik dengan notes kurma, fig, kayu manis, apel, jahe, coklat, dan vanila. Saya kira berat, tapi ternyata teh ini tetap ringan dan tidak pahit. Ada rasa dan aroma nutty serta kokoa yang menonjol dari teh ini. Setelah dicoba ditambahkan gula, ternyata rasa teh ini jadi lebih mantap. Enaaak banget part 2, tapi harus diminum manis, in my opinion.

Final Verdict

Dari segi menu makanan berat, saya nggak terlalu tertarik, mungkin karena saat datang kami sedang tidak lapar. Menu dessert-nya juga menurut saya tidak ada yang istimewa. Tetapi sampling dua jenis teh artisannya adalah pengalaman yang menyenangkan. Ingin balik lagi tapi males juga ketemu sama macetnya. Mungkin kapan-kapan kalau ada waktu di hari biasa…

Oh ya, di sini kursinya hanya cocok untuk ngobrol-ngobrol. Kurang nyaman untuk dipakai bekerja. Mungkin karena tempatnya memang ditujukan untuk jadi tempat kumpul-kumpul. Jadi saya bingung juga nih kapan lagi bisa ke sini, mengingat tidak enak untuk jadi tempat nongkrong sendirian tanpa ngapa-ngapain, hahaha.


Edelweiss Tea & Coffee House

Jl. Neglasari Dalam No.7, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141
Instagram: @edelweisscafe_
Menu bisa dicek di Pergikuliner



@gentlesunday waktu itu, sebelum Ramadan; Edelweiss Cafe, Hegarmanah. Nyobain artisan tea yang enaaak dan nggak begitu mahal. light meals-nya so so karena ke sini emang ngincer teh-nya. Will definitely come again. sayangnya tempat dan parkirannya nggak begitu besar, so pay attention kalau datang di jam padat dan bawa kendaraan. #kulinerbandung #dinklifestyle #weekendstory #lifestyleblogger #datespots #artisantea #teatok #cafereview #danbandung #weekendvibes #fyp #fypdongggggggg ♬ Cafe Music - Oleg Kirilkov

Komentar