Kosmetik yang Saya Pakai dengan Baik di Tahun 2025

Me-maintain kosmetik yang saya miliki menjadi salah satu tujuan saya di tahun 2025. Sesuai rencana, tahun ini saya nggak terlalu banyak beli beauty products karena fokus untuk menghabiskan produk yang dimiliki. Selain itu, saya juga bereksperimen dengan membeli merek yang murah dulu untuk memastikan apakah produk itu penting atau tidak.
Foto di atas merupakan produk yang saya gunakan dengan baik di tahun 2025. Hampir setiap hari produk itu saya pakai, terutama saat hari kerja. Setelah menggunakan mereka setahun, produknya sudah hampir habis atau malah habis. Berikut rinciannya dan kesan saya setelah menggunakan mereka sepanjang tahun:
OMG Oh My Glam Coverlast Liquid Foundation (31W)
Saya beralih dari cushion ke liquid foundation dengan alasan hemat. Sejatinya cushion adalah foundation yang kontainernya dibuat lebih mudah untuk aplikasi, 'kan? Jadilah saya beli foundation tahun ini. Merek OMG dipilih karena murah dan berasal dari Paragon, produk yang biasanya cocok di kulit saya.
Harganya murah banget--20 ribu-an, bisa dapat foundation yang cukup cover di wajah. Berhubung bukan MUA atau make-up enthusiast banget, jadi ini sudah cukup untuk saya... pada awalnya. Coverage medium, mudah diaplikasikan bahkan dengan jari, finish semi-matte. Karena harganya murah, prep wajah harus oke, dan jangan lupa setting spray supaya bisa lebih tahan lama.
Setahun kemudian, saya sudah tahu apa yang kulit saya butuhkan, jadi saya memiih produk lain. Tapi foundation ini tetap oke dan akan saya rekomendasikan untuk pemula atau yang budgetnya ketat. Kelemahannya, karena harganya murah, jadi range warna yang dimiliki cukup terbatas.
OMG Oh My Glam Coverlast Two Way Cake (32N)
Senada dengan foundation cair, two way cake ini dipilih karena murah dan saya belum tahu apa yang saya butuhkan. Eh ternyata kepake banget. Sebagai orang yang sehari-hari nggak butuh make up terlalu tebal, dan kulit wajah yang cenderung normal-kering, produk ini sudah lebih cukup untuk touch up sehari-hari.
Ukurannya yang kecil juga membuatnya ringkas untuk dibawa. Tidak perlu takut keburu kadaluwarsa karena isi produknya sedikit, jadi bisa dipakai sampai habis. Ini pun saya pakai setahun masih cukup banget. Tentu saja harganya murah meriah, 20 ribu-an saja. Saya nggak perlu khawatir kalau suatu saat barangnya ketinggalan di suatu tempat hahaha.
Wardah Glasting Liquid Lip (04 Rosewood Radiance)
Tahun 2024 adalah kejayaan produk lip vinyl. Berbagai produk lip vinyl muncul di pasaran, dan Glasting adalah produk lip vinyl besutan Wardah. Produk ini sukses jadi best seller. Saya adalah salah satu pembeli rutinnya. Dua tahun ini (2024-2025) kayaknya saya udah ngabisin lima buah dalam dua warna berbeda.
Warna Rosewood Radiance ini pas banget buat saya: neutral brownish pink yang menutup bibir dengan sempurna. Formulanya nyaman di bibir, mudah diaplikasikan. Agak repot sih karena harus dikocok dulu, tapi nyaman banget. Glasting Rosewood Radiance di atas adalah tube ketiga π sesering itu dipakainya.
Karena suka dengan produk glasting ini, saya mencoba produk lip vinyl dari "saudara"-nya Wardah, Make Over. Ternyata lebih ringan dan nyaman (tentu saja sedikit lebih mahal). Karena saya sudah yakin saya masih akan senang pakai lip vinyl di tahun depan, jadi tahun depan saya akan pindah ke Make Over.
Kula the OG Liptint (Belle)
Produk ini saya dapat sebagai hadiah, dari adik perempuan saya. Berhubung orangnya malas coba-coba, saya jarang mencoba merek baru. Ternyata formulanya enak dipakai. Sebagai liptint, stain-nya cover, menutupi two tone lips, dan yang paling penting: menghidrasi! Sebagai produk pewarna bibir, pakai Kula rasanya sehat banget.
Warna yang ditawarkan memang terbatas, tapi bikin orang jadi nggak pusing memilih. Tiga warna yang ditawarkan menurut saya friendly untuk berbagai warna kulit, dan bisa dipakai saat sedang pakai make-up maupun untuk wajah bare face.
Yang paling saya suka, merek ini memiliki visi dan misi untuk jadi berdampak. Kula mendukung berbagai kampanye sosial dengan menyumbangkan sebagian dari keuntungannya. Kampanye yang didukung antara lain untuk kucing terlantar, yayasan perempuan, dan Palestina. Sambil membeli produk, kita juga terlibat menghasilkan social impact. A good experience!
Menghabiskan produk itu menyenangkan
Tahun ini, saya beli produk kecantikan jauh lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Saya jadi melihat produk yang sudah saya punya dengan mata berbeda. Saya jadi lebih tahu formula dan warna apa yang paling cocok untuk saya. Saya juga jadi tahu apa yang sebenarnya jadi prioritas saya dalam hal make up.
Satu produk bisa habis cukup lama meskipun dipakai setiap hari. Karena itu, apakah perlu beli banyak? Rasanya tidak, kecuali memang hal tersebut memberikan kebahagiaan atau bagian dari hobi/pekerjaan.
Make-up bagi saya adalah hal yang menyenangkan, namun bukan hal yang sangat menyenangkan sampai saya merasa harus punya banyak. Alih-alih membeli berbagai produk dan warna, saya akan merencanakan terlebih dahulu koleksi make up yang saya miliki, sehingga semua bisa dipakai dengan maksimal.
Plus, hitting pan is the real chic, seperti kata video ini.π
Sampai ketemu di tulisan lainnya!
baca juga: Merencanakan Low Buy Year di Tahun 2025