Evaluasi Low Buy Year 2025
credit: cora pursley for dupe photos.
Awal tahun ini saya menetapkan diri untuk membuat aturan main Low Buy Year. Sekarang sudah (hampir) akhir tahun dan rasanya sudah cukup waktu untuk evaluasi.
baca juga: Rencana Low Buy Year di Tahun 2025
Apa saja yang berhasil dan apa yang tidak berhasil? Dari seluruh aturan main, secara umum saya berhasil memenuhi aturan main yang saya buat sendiri. Berikut rinciannya untuk evaluasi pribadi.
Parfum β
Sepanjang tahun 2025, saya beli dua, salah satunya Kembang Setaman Jasmine, dan itu pun sudah habis. Parfum minimarket saya tersisa satu botol di kantor. Jadi tahun depan saya bisa sedikit eksplorasi, yay!
baca juga: Kembang Setaman jasmine dan kenangan yang menembus waktu
Lipstik β΄οΈ
Saya merencanakan beli tiga produk baru, dan yang terealisasi malah cuma dua produk baru. Namun sadar sih, itu terlaksana bukan karena saya bisa mencegah "keinginan", namun karena dua faktor:
- Saya beli produk pengganti yang habis,
- Saya dapat produk lipstik gratisan cukup banyak tahun ini (kayaknya sampai enam buah).
Jadi secara umum, lipstik yang saya coba tetap banyak. Saya memilah produk yang saya dapat dan memberikan beberapa di antaranya pada keluarga, jadi tidak semua saya simpan.
Bangga sedikit sih, karena kepengenan saya sepanjang tahun tuh banyak banget soal lipstik, namun banyak yang saya tahan untuk beli. Hasilnya, saya sekarang jadi tahu tipe lipstik yang saya suka dan saya perlukan. Saya bakal cerita di postingan lainnya kalau sempat.
Tas β
Ini hampir gagal. Namun, sesuai janji, saya hanya bisa beli satu dari daftar keinginan, dan saya memenuhinya! I got a new work tote bag, and it's from Coach Outlet. It's a Gallery Tote in dark stone color. Sukaa banget warna dan bentuknya. Lebih suka lagi karena dapatnya pas clearance jadi harganya lebih murah.
Karena saya suka banget tas, saya masih juga merhatiin akun jastip dan akun jualan, juga e-commerce. Sempat tergoda tas-tas merek lokal yang sama cakepnya, tapi sampai sekarang masih tahan hanya beli satu.
Nah, berhubung sebentar lagi Black Friday Sale, ada kemungkinan saya beli satu tas dari incaran. Hanya kalau harganya bagus, dan PO-nya juga pasti berbulan-bulan, jadi datangnya sudah pasti tahun depan. Kinda justified π€ͺ
Sepatu β΄οΈ
Departemen ini antara gagal dan berhasil. Berhasil, karena saya dapat sandal yang nyaman dan enak digunakan untuk keseharian. Gagal, karena sepatu kantor yang saya beli daya tahannya tidak sebagus yang saya duga.
Then again, range harganya memang beda jauh sih. Kemarin saya sudah riset dan menemukan beberapa calon brand sepatu kantor untuk dicoba. Kayaknya saya emang harus datang ke toko offline dan mencobanya langsung supaya puas.
Furnitur dan home decor β
Tahun ini saya ternyata nggak beli home decor seperti yang diharapkan. Tapi saya berhasil beli dipan yang memang sudah diinginkan sejak setahun lalu. Proses pembuatannya lancar dan bisa dibaca di post lain sebelumnya.
baca juga: Pengalaman Beli Ranjang Custom dari Jepara bersama Karim Furniture
Terkait home decor, saya masih menempatkannya di urutan tersier. Ternyata saya nggak kepingin beli home decor kalau furnitur besar belum lengkap (dalam hal ini meja makan). Jadi target saya berikutnya, ya... beli meja makan.
Buku dan Alat Tulis β
Nggak nambah buku apa pun meskipun sering ngiler kalau masuk periplus. Beli deals di Amazon juga engga. Good move, karena masih banyak buku yang belum dibaca. Saya juga main ke perpustakaan untuk meminjam buku sehingga tidak usah beli.
Untuk alat tulis/stationery, dari kemarin saya pengen beli personal organizer supaya bisa dibawa-bawa dalam tas kantor. Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, saya beli organizer ukuran A5 di awal tahun, dan berakhir nggak menggunakannya sama sekali.
In the end, saya belum beli organizernya sih. Takut nggak kepakai seperti saudara tuanya yang sekarang ngejogrok di meja. π€£
Aplikasi β
Sejak memutuskan menggunakan aplikasi bawaan terlebih dahulu, keinginan saya belanja aplikasi berkurang drastis. Sepertinya hal ini tidak lagi jadi masalah buat saya dan nggak perlu masuk ke watchlist low buy year tahun depan.
Tahun ini, aplikasi non-native yang saya pakai hanya Obsidian dan Nota. Bahkan saya nggak lagi menggunakan expenses untuk tracking keuangan.
baca juga: produktivitas tanpa drama dengan aplikasi bawaan
baca juga: Kesan Pertama Menggunakan Obsidian
Minuman manis dan Kue π«
Yang sama sekali gagal adalah manis-manis dan kue. Saya nggak bisa menahan diri untuk tetap ngemil dan ngopi (manis), sesuatu yang harus dibayar dengan hasil medical check-up. Dokter bilang saya udah nggak boleh minum minuman manis lagi. Makanan manis boleh tapi dijarak.
Maka, sekarang saya punya target baru untuk low-buy year berikutnya, yaitu minuman manis yang harus lebih ketat. Kayaknya sih ini harus beda tujuan, harus fokus ke tujuan memperbaiki lifestyle, bukan finansial.
final verdict
Sebenarnya, catatan ini sekadar catatan pribadi. Awalnya saya pengen ada laporan bulanan tentang kepinginan dan apa yang gak jadi saya beli, tapi kayaknya terlalu merepotkan dan bakal bikin saya kesulitan bikin tulisan blog lain. Afterall, I'm quite happy dengan evaluasinya, dan berencana akan melakukan lagi challenge ini tahun depan.
until next time,
Mega