Musk (For Her) by Carl & Claire (2020)


Lagi ngaso-ngaso di paviliun kontrakan, mendadak dapat email kalau ada paket ajaib untuk saya. Pas saya cek tahunya beneran ada. Memang, beberapa waktu sebelumnya saya mendengar ada tukang paket datang, tapi saya kira paketnya untuk penghuni lain. Maklum biasanya cuma nerima paket kalau online shopping, hahaha.


Jadi, terima kasih untuk Peri Kecil Lia yang mengirimkan kejutan ini! Parfum ini adalah merek yang sudah saya perhatikan sejak tahun lalu, tapi belum sempat beli karena list parfum yang mau dicoba masih panjang (dan saya nggak akan beli parfum baru sebelum ada yang habis). Rupanya, saya kebagian rezeki dalam bentuk lain, yaitu debu peri-nya Lia yang berubah wujud jadi parfum... ;)



So, tentu saja, review time!



Review Musk (For Her), dari Carl & Claire



Carl and Claire adalah salah satu brand parfum lokal yang menarik perhatian saya, di awal-awal kebangkitan parfum Indonesia. Berdiri di akhir tahun 2019, saat ini mereka sudah punya beberapa offline store, meskipun baru di Jakarta.



Parfumnya mayoritas menyasar perempuan, meskipun mereka menyediakan varian untuk laki-laki juga. Dengan harga yang terjangkau, menurut saya packaging serta branding yang diberikan premium banget--worth to buy, kalau nggak bisa dibilang worth than the money spent.



Paket parfum yang saya terima dikemas cantik dalam dus berwarna kuning muda (mereka nggak menggunakan bubble wrap, dan tetap aman!). Selain parfum dalam kemasan 30ml, mereka juga memberikan free vial random dari varian produk yang lain. Strategi yang sangat efektif karena saya langsung suka varian sampelnya juga 🤣.



Oh ya, saya juga lebih suka parfum yang “takarannya” kecil seperti Carl and Claire ini. 30ml sudah sangat cukup untuk saya yang bosenan dan suka mencoba-coba. Nggak terlalu banyak dan nggak terlalu sedikit. Untuk yang jarang ganti, mungkin akan lebih cocok dengan kemasan 100ml ya.




Botolnya sendiri sederhana. Seperti kebanyakan brand parfum Indonesia lainnya, mereka menekan biaya produksi dengan menggunakan packaging yang seragam, hanya dibedakan dengan label yang di tempel di depan. Carl and Claire menggunakan beberapa jenis botol yang berbeda juga untuk varian parfumnya, tapi bentuknya tetap sama: klasik, dengan bentuk persegi dan tutup persegi juga. Labelnya sekilas mengingatkan pada parfum Jo Malone. Sederhana, tapi jelas dan nyaman dilihat.



Musk--adalah parfum yang dimaksudkan memiliki susunan notes yang sederhana. Tetapi, aslinya, Musk adalah material yang kompleks dalam perfumery. Musk natural berasal dari zat sekresi (semacam keringat, kalau nggak salah?) yang dikeluarkan oleh binatang, seperti musang dan rusa. Baunya sudah pasti sama sekali nggak wangi dan hanya dikenali oleh sesama-nya saja.



Istilah Musk dalam parfum masa kini mengadopsi Musk asli yang telah diolah, dicampur dengan zat lain, dan dikeringkan. Musk adalah notes yang biasa menjadi base parfum karena aromanya yang khas, animalic--alias hangat dan menyatu dengan kulit. Dulu Musk adalah salah satu bahan parfum yang sangat mahal karena kelangkaan dan kesulitan mendapatkannya. Sekarang, kita bisa mendapatkan Musk tanpa harus membunuh binatang--karena mengambil Musk dari binatang sudah dilarang. Musk kontemporer dibuat dari zat-zat sintetis yang di antaranya disebut galaxolide, habanolide, dan ambrettolide.



Nah, sesuai dengan namanya, Musk mendominasi notes yang ada di parfum ini. Musk-powdery, tapi saya nggak bisa menjelaskan dengan baik aroma bunga yang tercium. Karena menurut Carl & Claire komposisi floralnya adalah white flowers, asumsi saya adalah Lily of the Valley, Tuberose, atau Iris.





Semprotan pertama terasa strong and tangy, almost masculine. Tapi nggak lama, aroma musk yang kuat berangsur-angsur akan jadi lembut, meninggalkan aroma khas yang menempel dekat dengan kulit. Kesan animalic-nya terasa, hangat dan nyaman. Sensasi tangy dari campuran alkoholnya juga tetap terasa. Mungkin juga dari skin chemistry saya.



Sebagai eau de parfum, Parfum ini bertahan lama di kulit saya, sekitar setengah hari. Musk memang bukan tipe parfum yang sillage-nya kuat alias bisa tercium dari jarak sekian meter. Aroma Musk adalah jenis yang memeluk tubuh, memberikan aroma nyaman yang tercium saat kita berdekatan atau memeluk si pemakai. Saya suka banget parfum tipe begini karena cenderung menyesuaikan dengan skin chemistry pemakai.



Nggak tahu apakah ini ciri khas parfum lokal atau bukan, tapi saya selalu merasa kalau parfum lokal itu agak “kaku” perpindahan notes-nya, sama seperti Orgasm yang waktu itu pernah saya hirup. Setelah lama dipakai, aroma floral terasa lebih jelas. Kalo kata suami saya, parfum ini ternyata nempel lumayan lama di badan. Soalnya saya pakai pagi, malam masih tercium (tapi cuma kalau dekat atau dipeluk).



Baca Juga: Review Orgasm, by HMNS (2019)



Aromanya mirip dengan The White Musk dari The Body Shop, tapi nggak terlalu mirip juga, sih. Musk dari Carl and Claire lebih maskulin meskipun tidak menghilangkan kesan lembutnya. Saya bahkan berpikir parfum ini mungkin cocok untuk unisex, karena aromanya yang universal.



Karena kesan musk-nya lebih kuat, saya mencoba menjadikan parfum ini sebagai base, mencampurnya dengan parfum lain yang beraroma floral. Dalam hal ini, saya menggunakan The Body Shop British Rose EDT (yang sudah mau habis). Wow, keputusan bagus! Floral TBS yang biasanya cuma sekilas hilang, dibantu parfum ini karakternya muncul lebih kuat. Parfumnya jadi nggak linear dan nggak membosankan.



Namun, secara umum, parfum ini memang sederhana. Sesuai namanya, Musk -- itu juga aroma yang diberikan. Nggak neko-neko, bersih, dan mungkin, sedikit kaku. Aroma Musk adalah aroma yang umum ditemukan di berbagai wewangian, karena itu parfum ini bukanlah jenis parfum yang bisa dijadikan signature scent.



Baca Juga: Review British Rose by The Body Shop (2016)



Parfum ini cocok untuk sehari-hari. It feels like a warm hug, lembut dan menyegarkan. Orang yang jarang pakai parfum mungkin akan suka, karena aromanya nggak mencolok dan sederhana. Cocok untuk dipakai ke kantor atau hanya santai di rumah. Untuk pesta, mungkin kurang yaa, harus ditambah parfum lain yang lebih genjreng, hahahaha. Tentu saja itu selera saya pribadi.



Yang pasti, saya puas sama brand ini (selain karena dapetnya sebagai hadiah, ha ha…) will definitely try their other variant! Dan sekali lagi: Makasih yaaa Lia, udah ngasih kesempatan aku buat nyoba parfum ini 😆



Produk Carl & Claire bisa dibeli lewat website officialnya, tokopedia, atau juga shopee. Selain harganya terjangkau, mereka juga suka memberikan diskon tambahan di waktu-waktu tertentu.



Musk (For Her)



House: Carl & Claire
Notes: Musk, White Floral
Sillage: Low
Longevity: Medium
Suitable for: Daily use/Base perfume

1 komentar

  1. Huhu aku emang suka banget aroma animalic gini, makasih yaaa Lia 🤗 harganya pun sangat reasonable. abis ini aku mau bertualang parfum lokal lagi ah, keknya lama-lama ga perlu lagi beli parfum yang muahal banget ya kalo udah banyak versi lokalnya... paling suka setelah dipakai berjam-jam, karena udah "masuk" ke aroma tubuh sendiri, jadinya berasa me but better gitu WAHAHAHA.

    aku dapet yang blossom, trus wanginya ternyata mirip dengan parfum yang biasa aku pake daily 🙈 lumayan banget ini bisa motong cost karena harganya seperlimanya... 🙈🙈

    BalasHapus

Instagram

gentle sunday. Theme by STS.